Minggu, 26 Maret 2017

Bersabarlah


Jika banyak pasir yang kau genggam
Uraikanlah dalam tulisan indah
Jangan kau luapkan
Dengan kata bernoda
Memalui bibirmu yang menawan
Karena itu hanya menambah hati tersiksa

Jika kau tak bisa menuai tulisan indah
Jagalah lisanmu agar ketentraman terjaga
Sebutlah nama Sang Pencinta
Yang selalu memberi jalan keluar

Dalam hidup ini,
Tak selamanya kita mendapatkan berlian
Terkadang kita menabrak batu karang

Tapi ingat,
Ketika kita terjatuh

Kita masih bisa bangkit dan terus melangkah
Jangan biarkan pasir membuat hati meggerutu
😊

Februari 2016

Penggunaan Bahasa di Ruang Publik


                 Sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, seharusnya bahasa Indonesia dapat digunakan serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam ruang publik. Kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan Bahasa sebagaimana mestinya. Salah satu kasus yang saya lihat dalam lingkungan saya adalah dimana orang-orang dewasa sering mengucapkan kata-kata yang tidak pantas di depan anak kecil, sehingga anak-anak itu meniru perkataan orang dewasa tersebut. Saya merasa miris dengan keadaan yang terjadi. Berbahasa yang baik harus dilatih sejak kecil, karena hal itu bisa menjadi kebiasaan mereka hingga besar nanti. 

                 Penggunaan bahasa yang baik dan benar itu sangat penting. Banyak orang yang belum menyadari bahwa berbahasa yang baik dan benar itu harusnya menjadi sebuah kebutuhan hidup. Bahasa Indonesia merupakan bahasa kesatuan yang sudah diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Dari hal tersebut kita tahu bahwa Bahasa Indonesia sangatlah berarti. Banyak pula masyarakat yang malah lebih mementingkan bahasa lain dibanding bahasa Indonesia. Misalnya menulis status di media sosialnya dengan bahasa asing dan ketika menulis status dengan bahasa Indonesia, bahasa yang digunakan sangat kasar. Tidak masalah jika kita mempelajari bahasa asing, tetapi alangkah baiknya kita utamakan bahasa Indonesia lalu gunakan dengan baik dan benar. 
                
                   Mulai dari sekarang, marilah kita berbahasa Indonesia dengan cinta. Sebagai generasi pengubah, kita harus tunjukkan bahwa Bahasa Indonesia itu unggul :)

Yassika Rahmawati
1- Sastra Indonesia - 1

Senin, 17 Oktober 2016

Sebuah Prinsip

saat itu, ada sebuah jalan yang terbuka untukku
aku masuk kejalan itu tanpa hambatan apapun
namun, tiba-tiba aku terjatuh 
aku langsung terdiam dan membisu

sejenak aku berfikir, ini bukan jalanku
mengapa aku masuk kejalan ini?
jika aku bisa kembali
aku tak akan mengambil jalan ini

aku terus berfikir bersama rasa pilu
kesedihan itu, masih ada direlung hatiku
tapi aku tak ingin terpaku
ini bukan prinsipku

kesedihan itu, tak akan lagi membuat hatiku beku
dan menusuk jiwa dan kalbuku
dengan berfikir tenang
aku menemukan sebuah jalan

jalan yang Sang Kuasa tunjukkan
terpampang jelas di hadapanku
semala ini, kesedihan itu hanya menutup mataku
menghalangi datangnya kebahagiaan

sekarang aku selalu percaya
segala sesuatu ada jalan keluarnya
hanya kita sendirilah yang menentukan
akankan kita bangkit, atau terpaku bersama kesedihan

prinsipku, tetaplah berdiri kokoh seperti pohon besar
meski angin berhembus kencang
dan yakinlah setelah badai akan turun hujan deras
kemudian langit akan menjadi cerah

prinsip itu, jati dirimu
hakikatnya, jati diri bukan dicari tapi dibentuk
penuhilah kebahagiaan dihati dan jadilah dirimu sendiri
dengan selalu mengingat dan percaya pada Sang Ilahi.

15 November 2015

Sabtu, 15 Oktober 2016

Laron

 Aku, hanyalah Satu
Dari beribu laron yang berterbangan
Didekat lampu yang menyilaukan mataku
Aku bahagia didekatnya
Namun seketika mati pula disana

Lampu itu, adalah kamu
Sementara aku, tak pernah kau tau
Hingga aku terjatuh
Kau tetap acuh

Sayap-sayap indahku
Terhempas oleh angin yang menderu
Terkubur hamparan debu
Hingga sakit itu menusuk kalbu

Aku benar hampir rapuh
Tapi aku tak ingin terpaku
Aku masih bisa berjalan
Meski tanpa sayap

September 2015
MabushiiCool (YR)

Selasa, 11 Oktober 2016

Cukup Mengerti dan Percaya

Setiap aku berada di suatu tempat, entah mengapa pikiranku tak sejalan dengan mereka. Mereka selalu mengungkapkan a, tetapi yang ada dipikiranku b. Hanya saja aku tak mengungkapkan semua kata-kata yang ada dipikanku, karena mereka pasti berkata "Aku tidak mengerti" Aku selalu memikirkan apa yang ada dipikanku mengenai hal itu hingga puluhan kali, lalu aku pun berfikir "Mereka tidak mengerti" "Ada apa dengan mereka"ya, aku selalu berharap mereka akan mengerti. Tapi sekarang aku sudah mengerti. Aku yakin dan percaya bahwa apa yang telah aku lakukan dan aku pikirkan itu tidaklah salah, melainkan kebenaran yang ada. Aku mengerti bahwa mereka tidak mengerti. Aku selalu melihat dari berbagai sisi, sedangkan mereka hanya melihat dari 1 sisi 'NEGATIF'.  Aku mengerti jalan pikiran setiap orang berbeda.Jadi sekarang ketika mereka tidak mengerti dan tidak peduli, aku hanya bisa mengerti. Cukup mengerti, bukan karena aku acuh atau tak mau peduli tentang pikiran mereka. Tapi karena aku percaya pada diriku sendiri. Sebelum kita menilai atau mengomentari sesuatu, kita harus mengerti keadaan, lalu berpikir apakah yang kita pikirkan benar.  Jika kita yakin dan percaya bahwa apa yang kita pikirkan benar, kita juga pasti akan mengerti mengapa mereka tidak mengerti.

Minggu, 7 Desember 2015

Kamis, 09 Juni 2016

Don't See by One Side


Jangan melihat dari satu sisi....
Inilah yang selalu muncul dalam pikiran gue ketika gue merasa ada masalah, ketika gue mao menilai sesuatu, ketika gue mao ngelakuin sesuatu ataupun mao membuat sesuatu.
Kalian tau gak sih, ketika kita melihat atau menilai sesuatu hanya dari satu sisi kita mungkin akan tersesat bahkan bisa-bisa kita terpuruk.
Contohnya itu saat kalian lihat langit yang mendung disebelah barat, kalian hanya menatap terus ke barat. Padahal di langit timur itu sangat cerah tapi kalian tidak mau menoleh. Ini sama halnya ketika kita sedang bersedih. Kalau kita terus melihat satu sisi (kesedihan) kita akan terus mendapatkan kegelihasan dihati. Coba kalau kita melihat sisi lain... masiih banyak orang lebih menderita daripada apa yang kita alami, setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Dan satu hal... Gak akan ada kebahagiaan tanpa kesedihan, segala sesuatu dalam dunia ini kan berpasangan. // pasanganlomanasika 😂


Lagi.. kalau mau menilai orang ataupun ngomentarin orang, kita juga harus melihat dari dua sisi brosis.. Sebelum kalian mao ngomentarin orang dengan kata-kata yang terbenak dipikiran kalian, alangkah baiknya kalian melihat dari dua sisi yaitu kalian sebagai pengomentar dan sebagai yang dikomentari. Jadi sebelum kalian mengeluarkan kata-kata kalian, coba kalian mikir.. gimana kalo kalian jadi orang yang bakal dikomentarrin trus ada orang komentar demikian (kata-kata dalam pikiran kalian). Kira2 apa yanng kalian rasain. Dengan begitu kita pasti merasa tenang nantinya. Berfikir sebelum bertindak. Sama juga ketika kalian ingin membuat suatu karya. Karya yang kalian buat pasti bakal membuat kalian bangga kalo kalian melihat dari dua sisi, yaitu sebagai pembuat karya yang dan sebagai apresiator. NAAAH.. jadi kalo kalian membuat sesuatu tuuh bayangkan kalian adalah seorang penilai karya, kira2 gimana karya yang kalian buaat... kalo gitu kan pasti karya yang kalian buat gak asal tooh. Gue dapet inspirasi ini dari bapak-bapak waktu lomba mading di UI.. // duuh jadi inget hayati


Hal yang paling melekat dalam pikiran gue sampai saat ini ya iniii (?) Pokoknya jangan melihat segala sesuatu cuma dari satu sisi. Pengalaman, gue pernah marah dan gue pernah dimarahin. Gue tau gimana rasanya marah dan gue tau gimana rasanya dimarahin. Oleh karena itu gue selalu sabar, bukan karena gue ga bisa marah. Tapi karena gue gak mao marahin orang lain. Sakiit rasanya kalo dimarahin, itulah gue gak mao nyakitin orang lain 😅 ngeliat dari sisi lain Udah aah curhatnya.. semoga bermanfaat juga wakaka

x

Bersabarlah

Jika banyak pasir yang kau genggam Uraikanlah dalam tulisan indah Jangan kau luapkan Dengan kata bernoda Memalui bibirmu yang menawan Karena...