Aku, hanyalah Satu
Dari beribu laron yang berterbangan
Didekat lampu yang menyilaukan mataku
Aku bahagia didekatnya
Namun seketika mati pula disana
Lampu itu, adalah kamu
Sementara aku, tak pernah kau tau
Hingga aku terjatuh
Kau tetap acuh
Sayap-sayap indahku
Terhempas oleh angin yang menderu
Terkubur hamparan debu
Hingga sakit itu menusuk kalbu
Aku benar hampir rapuh
Tapi aku tak ingin terpaku
Aku masih bisa berjalan
September 2015
MabushiiCool (YR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar