Sabtu, 15 Oktober 2016

Laron

 Aku, hanyalah Satu
Dari beribu laron yang berterbangan
Didekat lampu yang menyilaukan mataku
Aku bahagia didekatnya
Namun seketika mati pula disana

Lampu itu, adalah kamu
Sementara aku, tak pernah kau tau
Hingga aku terjatuh
Kau tetap acuh

Sayap-sayap indahku
Terhempas oleh angin yang menderu
Terkubur hamparan debu
Hingga sakit itu menusuk kalbu

Aku benar hampir rapuh
Tapi aku tak ingin terpaku
Aku masih bisa berjalan
Meski tanpa sayap

September 2015
MabushiiCool (YR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bersabarlah

Jika banyak pasir yang kau genggam Uraikanlah dalam tulisan indah Jangan kau luapkan Dengan kata bernoda Memalui bibirmu yang menawan Karena...